Kisah ini kutulis mulai 27 april 2009 ( sehari setelah kepergiannya ke Jember), merupakan sebuah catatan kecil yang selalu kurenungi sebagai kenangan cinta yang selama 4 tahun silam telah kujalani. Dengan harapan akan berakhir dengan sebuah kisah kebahagiaan yang abadi...Amiiin!


STAGE 1: Ku Temukan Harapan...

Sekitar empat tahun yang lalu, aku merasakan kekosongan hati, tidak terlekat rasa cinta untuk seseorang yang spesial saat itu kecuali keluarga dan orang-orang terdekatku. Tahu kenapa? Karena aku baru mengalami kegagalan cinta " Kata Rhoma Irama ". Akan tetapi kekosongan itu tidak betah berjalan lama karena dalam waktu yang dekat aku bertemu dengan seorang perempuan yang searah dengan imipianku , aku idamkan, dan aku harapkan selama ini.

YULI FATIMAH AZ-ZAHRA', dari sesosok perempaun inilah kisah kenangan cinta ini kumulai, dia terlahir di Banyuwangi 23 tahun yang lalu, dengan segala kesantunannya, kebaikannaya, kesederhanaannya, serta dengan apapun adanya dia, akhirnya aku berani meyakinkan diriku kalau aku suka padanya. Dengan bekal itulah saat hatiku sedang merasa hampa, aku ingin mengenalnya lebih jauh agar kembali terlahir lagi cinta dalam hatiku.

Bersamaan dengan berjalannya waktu, bersama itu pula aku menyapanya, memperhatikan tiap gerak-gerik langkah kakinya, tatapan matanya, senyum manisnya dan apapun semua yang melekat pada pribadinya. hingga aku kembali yakin dan percaya bahwa aku telah menemukan harapan baru dalam dirinya.

Aku ingin menggapainya...
Aku ingin meraihnya...
Aku ingin memilikinya...

Hikmah: " Jika kita ingin mewujudkan sebuah mimpi, bukan dengan tidur lalu berharap bertemu mimpi itu lagi. Tapi, bangun dan kejarlah mimpi itu sampai tanganmu benar-benar bisa menggenggamnya ". (al-Burhani)


STAGE 2: Harapanku Terjawab...

Aku ingin sekali berjuang untuk segala harapanku, termasuk harapanku kepadanya.
Namun, ada banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan sebelum aku melangkah jauh untuk lebih dekat dengannya.
Dia berasal dari keluarga besar guruku, keluarga yang sangat selalu memegang teguh prinsip-prinsip agamanya dan yang paling kukhawatirkan adalah masih kentalnya adat perjodohan dalam keluarga besar seperti itu.

Namun, walaupun seperti itu adanya aku ingin tetap mencobanya karena aku percaya dalam setiap harapan pasti selalu ada jalan . Aku mengawalinya dengan sebuah perkenalan biasa walaupun hanya lewat SMS atau telpon. Aku mulai mengujinya tentang masalah memahami hidup, cita-cita, harapan, keluarga, perjuangan, saling menghormati dan menghargai, ilmu, cinta dan lain sebagainya. Pagi, siang, sore, malam, tiap saat hampir kuhabiskan untuknya. HeHeHe...hingga kadang kita sama-sama sampai lupa waktu.

Setelah sekian lama aku menguji akhirnya HARAPANKU TERJAWAB_Hidupmu adalah hidup yang aku cari, cita-cita dan harapanmu adalah arah dimana aku ingin berjalan, keluargamu adalah tempat dimana aku ingin tinggal, ilmumu adalah suasana dimana akau ingin belajar dan cinta dihatimu adalah ruang dimana aku ingin bersemayam. Maka, harapanku saat itu adalah aku ingin mencari, berjalan, tinggal, belajar dan bersemayam bersamamu dengan apapun adanya dirimu.

Dari perkenalan selama itu lahirlah keyakinanku untuk bisa menggapaimu, meraih hatimu, memiliki dirimu seutuhnya, menjalani hidup dengan cinta dan kasih sayang bersamamu selamanya.

Hikmah: " Dalam setiap harapan terlahirlah banyak jalan, jangan hanya dilihat tapi pilihlah jalan itu dan bergeraklah dengan penuh keyakinan karena setelah bergerak, jalan itulah yang nanti akan menuntunmu ". (al-Burhani)


STAGE 3: I LOVE YOU...Kamu bukan pacarku...

Ibarat sebuah anak panah, saat cinta melesat dari satu hati menuju hati yang lain_ia akan menancap dangan kuat dan sangat sakit bila dilepas. Saat itu aku sudah punya anak panah yang siap menusuk hatimu kapanpun aku mau menghujamkannya. Tapi aku tak punya daya karena aku belum tahu isi hatimu, apakah masih kosong dan hampa_ataukah sudah terisi penuh oleh anak panah yang lain?

Perlahan aku dekati kembali untuk mendapatkan kepastian jawaban itu, hingga akhirnya aku bisa melihat pintu yang terang dari hatimu untukku. Tanpa pikir panjang namun dengan sepenuh keyakinan kulepaskan anak panahku dari busurnya. Hanya satu yang ada dalam pikiranku kala itu bahwa aku ingin segera membunuhnmu dengan anak panahku hingga kau tak kuasa lagi untuk mencabutnya, karena kau sekarang ada dalam genggamanku dan hanya aku sendiri yang bisa melepas anak panah itu.

I LOVE YOU... Kamu bukan pacarku, bukan kekasihku atau predikat-predikat lain semacam itu. Aku hanya ingin kau selalu ada dihatiku, menjadi bagian dari jiwaku dan selalu bersama dalam hidupku. Akhirnya, aku sangat bahagia karena saat itu kau merelakan hatimu untuk kubunuh.

Puisi pertamaku untukmu:


Hikmah: " Saat ku mengungkapkan cinta, aku berjanji dalam hatiku_Aku akan selalu belajar untuk mencintai dengan segenap hati, menyayangi, memiliki serta menjagamu dan hanya satu yang tidak pernah ingin kupelajari yaitu melupakanmu ". (al-Burhani)

STAGE 4: Ku ungkapkan cinta lewat media...

Saat rasa cinta sedang meliputi kita, kadang ada rasa ingin menyampaikan kebahagiaan itu pada semua orang_agar bisa saling berbagi, bertukar pengalaman dan saling mengambil pelajaran dari kebahagiaan itu. Begitu juga denganku, sekarang aku sedang punya cinta, itu artinya sebuah kebahagiaan besar sedang menyelimutiku. Aku ingin berbagiiiiiii......! tapi sayangnya aku tidak punya cara_aku hanya punya sebuah puisi:

Kata Cinta Buat " FaZa " ( Fatimah Az-Zahra' )

Bahwa jiwaku telah mengetahui jiwamu
Tatapan mataku bukan karena kasihan
Inilah pancaran hatiku yang sebenarnya
Ingin selalu kuabadikan
Dalam tiap kepingan kecil hatiku
Jiwaku tak punya batas lagi
Karena telah mengalir
Mengisi ruangmu
Kupahami bahasa bibirmu
Untuk kehidupan yang kuinginkan
Mengikat hati menjadi satu
Dengan kata cinta yang ku cipta
Buatmu " FaZa "
Dan asaku hanya satu
Bahagia bersama selamanya...

Aku sangat puas dengan puisi ini, karena dengan kesunguhanku saat membuatnya akhirnya termuat disebuah tabloid remaja ' TREN ' Edisi 148 Nopember 2005 (buat TREN makasih banyak telah mengntarkan keinginanku).
Sayaaang....
Aku hanya bisa membuktikan pada semua orang dengan puisi ini, bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu.

Hikmah: " Ketika hati kita sudah sampai pada sebuah kesungguhan, maka tidak ada hasil dari kesungguhan itu kecuali kebahagiaan yang tak ternilai ". (al-Burhani)

Bersambung...!STAGE 5: Penilaian Orang lain...
Posted by Burhan Ali Setiawan, S.H.I Labels:
Rabu, 18 Maret 2009 at 06.29 | 0 comments  
Muhammadku Sayyidku
Engkau selalu dan terus menerus lahir
Dalam jiwaku

Muhammad pengasuhku
yang mengajarkan hidup yanga halal dan toyib
terimalah nyanyian syukur dan hutang budiku

Terimakasih ya Muhammad
guru kami semua
Karena telah Engkau perkenalkan kami
kepada Allah penghuni utama kalbu kami
kepada keabadian
yakni negeri kami yang akan datang
Kepada malaikat
yang paling sejati dari segala sahabat
serta kepada akhirat
yang selalu terasa sangat dekat

Muhammad kekasih kami
Terima kasih karena Engkau selalu mensyukuri
kegembiraan kami
Terima kasih
bahwa Engkau senantiasa pulang
menangisi derita hati kami

Ya rasul
Kupanggul cintamu
berkeliling semesta
Kutaburkan di hutan
di sungai
di kota - kota

Ya rasul
Kudendangkan Qur’an
amanatmu itu ke segala penjuru
aku mengendarai angin
aku bergerak melalui cahaya
aku mengaliri gelombang
bagi - bagikan makanan keabadian
kutuangkan bergelas - gelas minuman kesejahteraan
kutaburkan cahaya
ke lubuk - lubuk tersembunyi
hati manusia
Posted by Burhan Ali Setiawan, S.H.I
TUHAN DAN MALAIKAT JUGA BERSHOLAWAT

SERINGKALI CAK NUN dan Kyai Kanjeng - atau bahkan siapa saja - setiap kali mau melantunkan shalawat membaca ayat ini: Innallaha wa malaikatahu yusalluna 'alannabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wasallimu taslima. Artinya, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Q.S. al-Ahzab: 56).

Apa sebetulnya keistimewaan dan keunikan ayat tersebut. Tulisan ini mencoba untuk menguak keistimewaan dan keunikannya. Yang jelas, dari dhahir ayat ini yang menarik adalah bahwa Allah memperintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat dan Allah sendiri pun juga bershalawat. Allah yang memerintahkan dan Allah sendiri melakukannya. Mungkin inilah satu-satunya perintah Allah yang Allah sendiri melakukannya. Di sini shalawat menjadi sesuatu yang penting.

Untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang maksud shalawat dalam ayat tersebut, kiranya lebih jika dikaji kata kunci-kata kunci ayat tersebut, yakni shallu dan sallimu. Kata shallu berasal dari akar kata Shalah. Shalah artinya "menyebut yang baik", "ucapan-ucapan yang mengundang kebajikan", "doa" dan "curahan rahmat". Kata shallu dan sejumlah derivasinya terulang sebanyak 101 kali. Bentuk fi'il mudhari'nya terulang hanya 5 kali yakni tushalli (9:84), yushallu (4:102), yushalluna (33:56) dan yushalli (3:39 dan 33:43). Sebagian besar kata shalah dikaitan dengan perintah menjalankan sholat.

Sedangkan kata sallimu berasal dari kata salam. Makna dasarnya adalah luput dari kekurangan, kerusakan dan aib. Kata ini dan derivasinya terulang 152 kali di dalam al-Qur'an.

Sebagian besar mufassir tidak berbeda pendapat dalam memahami ayat ini. Bentuk shalawat Allah kepada Rasul berupa limpahan rahmat, keberkahan dan anugerah Allah kepada Muhammad secara terus menerus. Shalawat Malaikat kepada Muhammad berupa permohonan agar dipertinggi derajat Muhammad dan dicurahkan maghfirah (ampunan) atas dirinya. Sedangkan bentuk shalawat orang-orang mukmin adalah permohonan doa agar Nabi Muhammad selalu terhindar dari segala aib dan kekurangan. Dan juga menyebut-nyebut keistimewaan dan jasa beliau untuk dijadikan panutan dalam kehidupan.

Setelah ayat di atas itu (al-Ahzab:56) turun kepada Nabi Muhammad, kaum Anshar Muhajirin bertanya kepada Rasul: "Wahai Rasul, itu hanya khusus untukmu, bagaimana dengan kami?" Allah pun merespon keresahan kaum Anshor dengan menurunkan Q.S. al-Ahzab:(43) huwa al-ladzi yushalli 'alaikum wa malaikatuhu liyukhrijakum min adh-dhulumat ila an-nur wa kana bil mu'minima rahima. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya dia (Muhammad) mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Imam Bukhari, Muslim dan ahli hadis lainnya meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi, seperti Ka'ab ibn 'Ujrah berkata: "ketika turunnya ayat ini kami bertanya: Wahai Rasul, kami telah mengetahui salam maka bagaimana shalawat untukmu? Beliau bersabda: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'Ala Ali Muhammad.

Kemudian Para Sahabat selalu bershalawat kepada Nabi jika teringat segala hal yang berkaitan dengan diri Rasul. Fatimah binti Husain juga meriwayatkan bahwa merekapun bershalawat ketika memasuki masjid seperti yang diajarkan oleh Rasul.

Ibn Asyur dalam tafsirnya At-Tahrir wa at-Tanwir bahwa ayat ini dalam tata gramatikalnya berbentuk jumlah ismiyah (nominal). Sedangkan dalam kaidah tafsir setiap kalimat yang berbentuk nominal memiliki faidah menunjukkan dan menguatkan kebenaran sebuah berita. Sedangkan kata yushalluna yang berbentuk mudhari' berarti pekerjaan yang terus berulang atau mengalami perubahan (istimrar). Hal ini menunjukkan agar kaum muslimin memperbanyak membaca shalawat kepadanya.

Rasulullah saw bersabda: "Siapa yang bershalawat kepadaku satu shalawat niscaya Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali." Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa beliau bertanya kepada para sahabatnya, "Tahukah kalian siapa yang kikir? Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Kemudian Beliau menjawab: "dia adalah yang bershalawat kepadaku tanpa menyebut keluargaku".

Ibnu Asyur secara historis juga menjelaskan bahwa penulisan nama Nabi Muhammad saw pada muqaddimah (pengantar) kitab baru dikenal pada masa Harun al-Rasyid, sebagaimana yang dilakukan oleh Ibn Astir dan Qadhi 'Iyyad. Penulisan tersebut berkembang mulai abad ke IV H.

Imam al-Nawawi menganjurkan agar penulisan nama Nabi Muhammad saw harus selalu diikuti dengan shalawat kepadanya seperti halnya menulis nama Allah selalu diikuti dengan sifat-Nya seperti Allah azza wa jalla, Allah Ta'ala dan lain-lain, karena hal tersebut adalah sebagai bentuk doa.

Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya al-Jami li Ahkamil Qur'an menyebutkan hukum bershalawat kepada Rasulullah saw. Para ulama bersepakat bahwa bershalawat hukumnya wajib. Sebab kata shalluu itu berbetuk fi’il amar (perintah). Namun para ulama berbeda pendapat tentang pengertian pewajibannya yakni:

Wajib bershalawat setiap mendengar dan membaca nama Rasulullah saw.

Wajib bershalawat sekali dalam sebuah majlis meskipun nama Rasulullah sering disebut seperti halnya sujud sajdah, menjawab orang bersin, mengawali dan mengakhiri doa dengan bacaan shalawat

Wajib sekali dalam seumur seperti halnya pelaksanaan haji wajib sekali seumur hidup.

Imam Syafi'i, Ishaq, Muhammad bin al-Mawaz dan Abu Bakr ibn al-'Arabi dari mazhab Maliki menyatakan wajib hukumnya membaca shalawat dalam shalat (tahiyat akhir). Bagi yang meninggalkannya karena sengaja maka batal shalatnya, begitu juga dengan bacaan khutbah Jumat. Tanpa shalawat kepada Nabi, maka tidak sah khutbah Jumat-nya.

***

Apa kegunaan dan fungsi bacaan shalawat kita kepada Nabi, sedangkan Allah dan para malaikat sudah menyampaikannya? Allah sendiri juga telah menjamin keselamatan bagi Rasulullah?

Mungkin, di sinilah sebenarnya letak aspek tarbiyah (edukatif) Allah kepada makhluk-Nya. Ayat ini mengandung pengertian yang dalam bahwa doa dan permohonan keselamatan serta kesejahteraan kepada Nabi bertujuan sebagai:

Pengajaran kepada kita untuk selalu syukur terhadap segala jasanya yang menuntun kita pada jalan kebenaran seperti yang termuat dalam Q.S. al-Ahzab: 43

Menunjukkan keagungan Rasulullah SAW karena Allah tidak memerintahkan bershalawat kepada nabi-nabi lainnya.

Mendidik kita agar selalu bersikap rendah diri dan tidak mengandalkan amal perbuatan untuk meraih surga karena masuknya hamba ke dalam surga dikarenakan rahmat-Nya bukan akibat perbuatannya.

Allah juga memerintahkan Rasulullah untuk mendoakan kaum muslimin karena doanya dapat menentramkan jiwa mereka (Q.S.al-Taubah: 103). Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat dari Umar ibn Khattab bahwa nabi Adam ketika bertaubat setelah melanggar perintah Allah, taubatnya tidak diterima. Namun setelah ber-tawassul dengan nama Muhammad, doa dan taubatnya dikabulkan oleh Allah dan Allah berfirman: "Kalau saja tidak karena Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu."

Disyariatkan untuk saling mendoakan antara satu dengan yang lainnya sebagaimana hadist beliau bahwa: "Jika seorang muslim mendoakan muslim lainnya, maka Allah mengutus kepada mereka seorang Malaikat yang ikut mendoakan: "Semoga Allah mengabulkan permintaannya." Malaikat tersebutpun mengatakan: "Amin" (Ya Allah kabulkan do'anya) maka hendaklah kalian juga mengatakan amin."

Walhasil, shalawat atas nabi Muhammad adalah amalan yang paling mustajab dan begitu besar pengaruhnya baik ketika manusia masih hidup di dunia, apalagi di akhirat kelak. Salawat adalah amalan manusia yang juga dilakukan oleh Allah beserta para malaikat dan para nabi-Nya. Inilah bukti betapa agung dan mulianya kedudukan shalawat.

Salawat adalah jalan terbaik dalam memohon segala kebutuhan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dalam banyak riwayat, salawat dikatakan dapat menghindarkan pengamalnya dari api neraka, membukakan pintu surga, melapangkan kehidupan dunia, memupuskan dosa-dosa serta memberikan banyak manfaat lainnya. Tentunya yang perlu diperhatikan juga cara bershalawat yang sempurna dan tempatnya agar dapat merengkuh segenap manfaat dan keberkahan, dengan bersalawat kepada rasul akan tumbuh rasa cinta kepadanya, ada rasa kehadirannya selalu bersama kita dalam setiap langkah dan hembusan nafas kita, bersalawatlah niscaya kamu akan bahagia. Wa Allahu a'lam.
Posted by Burhan Ali Setiawan, S.H.I
GUS MUHAMMAD SAW

Sudah terpecah dan terkeping sampai seberapa PKB, juga NU? Tidak. Kita ambil perspektif lain. Itu bukan bentrok, bukan perpecahan. Itu romantisme demokrasi. Itu dinamika ijtihad (perjuangan pemikiran). Itu produk wajar dari tradisi berpikir merdeka: salah satu prinsip yang membuat manusia bernama manusia.

Sebagaimana kalau jumlah pemeluk Islam ada sejuta, maka dimungkinkan ada sejuta aliran, dipersilahkan setiap orang memberlakukan tafsirnya masing-masing, dan satu-satunya yang berhak menagih pertanggung-jawaban adalah Tuhan. Silahkan ada golongan NU, Muhammadiyah, Persis, Persis NU, Persis Muhammadiyah, Muhammad NU, Sunni, Syiah, Sun'ah, Syinni, PKNU, Langitan, Bumian, Lautan, Gunungan, PKB Alwiyah, PKB Wahidiyah, PKB Muhaiminiyah, PKB Yenniyah... semakin banyak semakin demokratis dan menghibur.

Tapi omong-omong sebenarnya PKB adalah satu-satunya parpol yang konstituennya paling berakar. Mungkin tidak tepat benar metaphor berikut ini: tapi ibarat hutan dan taman: PKB adalah upaya membangun hutan menjadi taman. Taman PKB berbasis di hutan yang melahirkan PKB, dengan akar dan sifat hutan yang masih kental. Golkar misalnya, adalah sebuah taman modern yang professional, sejumlah pohon diambil dari hutan dan tetap mendayagunakan kimia tanah hutan -- tetapi ia sebuah taman teknokratis yang tidak memprimerkan hutan.

Semua, PDIP, PPP, PKS, PAN, PD atau PBB, juga tidak steril hutan, tetapi PKB yang paling jelas berakar di hutan. Asal muasal sosio-kulturalnya, dialektika historisnya, masih menampakkan kekentalan perhubungan antara tamannya dengan hutannya. Sebagaimana PAN, PKS, PPP dan PBB "gagal" mewujudkan jargonnya Cak Nurkhalis Madjid “Islam Yes, Partai Islam No” – PKB-lah yang paling kental setting budaya santrinya. 'Partai Islam No' susah keluar dan berkembang dari lembaran AD-ARTnya, de fakto tetap saja "Partai Islam". Meskipun Ifrith Sekjen Komunitas Jin Internasional direkrut masuk PKB, tetap saja yang terjadi bukan pluralisme, orang tetap menganggap Jendral Ifrith yang masuk NU supaya kalau meninggal ditahlili.

Andaikan saja tradisi transformasi sosial berlaku cukup matang di Indonesia, kemudian atas dasar itu PKB dibangun kembali secara modern, maka dia susah ditandingi oleh kelompok politik yang manapun lainnya.

Akan tetapi PKB semakin seru saja bergumul di dalam bungkusan 'sarung' tradisional. Mungkin saja sarung itu ber-merk 'Gus'. Belum tentu benar, tapi kalau mau menabung pembelajaran tentang PKB hari ini ada baiknya kita tengok sosiologi budaya 'Gus', bahkan mungkin 'antropologi' nya.

Sopan santun Jawa menyebut Nabi Muhammad SAW dengan Kanjeng Nabi. Dalam bahasa Arab: Sayyid, semacam Sir. Sayyidina Muhammad. Beliau pernah bilang "Saya jangan disayyid-sayyidkan". Maka masyarakat Muhammadiyah cenderung tidak memakai gelar Sayyidina. Panggil ngoko saja: Muhammad. Tetapi kalau kita menyebut pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dengan "Dahlan" saja, "Si Dahlan", atau dulu ketika beliau masih sugeng kita menyapa beliau "Mau ke mana Lan?" -- teman-teman Muhammadiyah banyak tak siap juga.

Jadi idiom 'Sayyidina' itu mungkin berkonteks budaya sebagaimana kita memanggil "Pak", "Mas", "Oom". Tentu saja "saya jangan disayyid-sayyidkan" itu tidak berhenti pada makna harafiah. Maksudnya Kanjeng Nabi kita jangan feodal, jangan menjunjung-junjung secara tidak rasional. Allah semata yang 'Ali Akbar, yang maha tinggi dan maha agung. Sampai-sampai beliau tidak mau digambar wajahnya, khawatir jadi icon, branding, berhala, mitos.

Di kalangan Jawa tradisi, dipakai kata "Kanjeng", "Raden" atau "Den". Den-nya masyarakat santri adalah "Gus". Gus itu semacam Raden yang ”islami". Di Jombang ada Gus Rur, Gus Nur, Gus Dur. Untuk saya ada gelar VIP: "Guk", Guk Nun. Itu panggilan sesama teman penggembala kambing, kerbau, sapi, ngasak di sawah.

Gus itu lebih tinggi dan lebih luas dibanding Den. Itu berlaku tak hanya secara tradisional. Semua wacana, persepsi dan analisis tentang wilayah perpolitikan tertentu di Indonesia selama 35 tahun ini terlalu meremehkan dahsyatnya kekuatan 'Gus'. Sampai hari ini kita gagal ilmu, gagal obyektivitas, gagal kejujuran, gagal kerendah-hatian dan kejantanan di dalam memotret fenomena sangat factual itu dalam frame pemikiran demokrasi, egaliterianisme, independensi budaya dan politik.

Itupun kalau bicara tentang Gus Dur, NU, PKB, Muhaimin Iskandar, Yeni Wahid, PKNU, Choirul Anam, Kiai (desa pesantren bernama) Langitan dst, tanpa setting sejarah yang ‘masuk lubuk hutan’ secara cukup memadai. Gus Dur NU PKB dll hanya kita jadikan anasir-anasir dari khayalan akademik kita yang asyik sendiri dengan huruf-huruf, yang karena para akademisi dan pengamat adalah penguasa negeri wacana, maka mereka mengumumkan kepada dunia dan dirinya sendiri bahwa NU itu begini Gus Dur itu begitu -- kemudian tatkala besoknya terbukti tak ada eskalasi rasional dari wacana-wacana itu, kita diam-diam melupakannya.

Mungkin kita tugasi khusus peneliti politik untuk memperhatikan hal-hal yang sederhana: kalau mau paham PKB, NU, Gus Dur: coba tengok pengetahuan tentang keluarga imigran Tebuireng, struktur dan eskalasi sejarah 'klan-klan' pribumi dan pendatang di Jombang, budaya Ludruk dan Gambus Misri, Hadlratus Syaikh, Mbah Wahid, Mbah Wahab, Masyumi, Muhammadiyah, Yai Kholil Bangkalan, pisang, kitab, cincin.... *
Posted by Burhan Ali Setiawan, S.H.I
Selasa, 17 Maret 2009 at 00.55 | 1 comments  
KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA

Jika aku menanamkan penderitaan
di ladang kesabaran
maka akan berbuahkan kebahagiaan
-Khalil Gibran

Pikiran yang hebat memiliki tujuan,
sementara yang lain hanya memiliki kehendak
-Washington Irving

Puisi adalah seni menggabungkan
keindahan dan kebenaran
-Samuel Johnson

Pesimistis adalah seseorang yang ketika
dihadapkan pada dua pilihan buruk,
ia memilih keduanya
-Oscar Wilde

Kemalasan tak lebih daripada kebiasaan
beristirahat sebelum Anda benar-benar
merasa lelah
-Jules Benard

Salah satu hal yang paling menyita waktu
di dunia ini adalah memelihara musuh
-E. B. White

Semua bentuk penyakit fisik ditimbulkan
oleh setengah pikiran yang sudah digunakan
-G. Bernard Shaw

Kepemimpinan adalah suatu tindakan,
bukan suatu posisi
-Donal H. McGannon

Banyak orang senang bekerja keras,
terutama jika dibayar untuk itu
-Franklin P. Jones

Apabila Anda tidak percaya pada diri sendiri,
jangan salahkan orang lain yang tidak mempercayai Anda
-Brendan Francis

Nasihat apapun yang Anda berikan,
sebaiknya pendek saja
-Horace

Kebanyakan orang berbuat baik sejauh
ia percaya bahwa orang lain pun akan berbuat
hal yang sama
-Friedrich Hebbel

Orang yang tidak mau membuka matanya
harus membuka dompetnya
-Pribahasa Jerman

Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang
disampaikannya.
-Abu Al-Hasan ‘Ali bin Abi Talib ra.

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran
keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat
yang berlebih-lebihan.
-Thales

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya
dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak
membuthkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.
-Pythagoras

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah
sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
-Pythagoras

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata
nista.
-Sokrates

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat
berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.
-Sokrates

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau
mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik
jiwamu karena telah menginginkannya.
-Sokrates

Jika engkau ingin mengetahui derajatmu di tengah masyarakat, maka
perhatikanlah orang yang engkau cintai tanpa alasan.
-Plato

Jika seorang hamba telah merasa senang berhubungan dengan Tuhannya,
dunia telah menjadi akhiratnya.
-Abu al-Hasan al-’Amiri

Diam lebih baik daripada berdebat dengan orang-orang bodoh.
-Abu ‘Ali bin Miskawa’ih

Orang yang zuhud pada dunia terasa ringan olehnya segala musibah.
-Abu ‘Ali bin Miskawa’ih

Cahaya mentari bila difokuskan
akan membakar kertas
-Alexander Graham Bell

suatu saat setelah kita dapat
menaklukkan angin, ombak, air pasang dan gravitasi,
kita akan memanfaatkan energi cinta.
Kemudian untuk yang kedua kalinya
dalam sejarah dunia,
umat manusia akan menemukan api
-Telhard de Chardin

Sukses tidak diukur dari posisi
yang dicapai seseorang dalam hidup,
tapi dari kesulitan-kesulitan yang
berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses
-Booker T. Washington

Ada 2 cara untuk menyebarkan cahaya :
Jadilah lilin yang menyebarkan cahaya,
jadilah cermin yang memantulkan sinarnya
-Edith Wharton

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya,
atau tragedi bagi mereka yang merasakannya.
- Horace Walpole

Kesehatan selalu tampak
lebih berharga setelah kita kehilangannya.
-Jonathan Swift

Kita tidak bisa menjadi bijaksana
dengan kebijaksanaan orang lain,
tapi kita bisa berpengetahuan
dengan pengetahuan orang lain.
-Michel De Montaigne

Salah satu fungsi diplomasi
adalah untuk menutupi kenyataan
dalam bentuk moralitas.
-Will Dan Ariel Dunant

Yang terpenting dari kehidupan
bukanlah kemenangan
namun bagaimana bertanding dengan baik.
-Baron Pierre De Coubertin

Hari ini Anda adalah orang yang sama
dengan Anda di lima tahun mendatang,
kecuali dua hal: orang-orang di sekeliling Anda
dan buku-buku yang Anda baca.
-Charles “tremendeous” Jones

Jika pekerjaan Anda lenyap,
jati diri Anda tidak akan pernah hilang.
-Gordon Van Sauter

Jangan biarkan jati diri
menyatu dengan pekerjaan Anda.
-Gordon Van Sauter

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali
pintu tertutup tersebut terlalu lama
hingga kita tidak melihat pintu lain
yang telah terbuka.
-Alexander Graham Bell

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi
ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
-Thomas A. Edison

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang
berada dalam genggaman tangan beberapa orang,
namun informasi di tangan orang banyak.
-John Naisbitt

Uang merupakan hamba yang sangat baik,
tetapi tuan yang sangat buruk.
-P.t. Barnum

Anda tidak bisa merencanakan
masa mendatang berdasarkan masa lalu
-Edmund Burke

Meskipun tidak kaya, Anda harus selalu
menunjukkan bahwa Anda berguna
-Louis Ferdinand Celine

Mencintai sesuatu baru disadari
setelah benda itu hilang
-Gilbert Keith Chesterton

Jika seseorang tidak pernah menerima
seorang pun di rumahnya,
jika ia ke luar negeri ia tak akan
memiliki tuan rumah
-Pribahasa Cina

Kekeliruan sesaat dapat menimbulkan
kesedihan seumur hidup
-Pepatah Cina

Setiap keluarga mempunyai malaikat
dan iblisnya masing-masing
-Joseph Roux

Jangan melakukan bisnis dengan
sanak keluarga
-Pribahasa India

Putus asa adalah cuka pengharapan
-Austin O’ Malley

Jika Anda ingin mimpi Anda menjadi
kenyataan, janganlah tidur terlalu lama
-Anonim

Bila seseorang menginginkan kepercayaan
dari rakyat, ia harus mau menjadi milik rakyat
-Jefferson
Kebaikan menyatukan orang-orang yang

mencintainya meskipun mereka dalam
keadaan saling memarahi dan membenci.
-Plato

Jika engkau mencintai dirimu, janganlah engkau memberikannya waktu untuk
melakukan kejelekan.
-Aristoteles

Pedang bisa melukai tubuh, kata-kata bisa melukai jiwa.
-Homer sang Penyair

Kebajikan adalah senjata yang ampuh bagi manusia, dan Kemalasan adalah
penghancur umur.
-Homer sang Penyair

Orang yang mengetahui dirinya telah berdusta, dia tidak akan percaya
kepada orang yang jujur.
-Alexander dari Aphrodisias

Jangan terlalu manis sehingga engkau ditelan, jangan terlalu pahit
sehingga engkau dimuntahkan.
-Demokrates

Rasa aman dalam kemiskinan lebih baik daripada rasa gelisah takut dalam
kekayaan.
-Hipokrates

Orang yang datang ke dunia harus seperti orang yang datang ke sebuah
pesta. Jika pelayan memberikan gelas, dia mengambilnya. Tapi jika tidak,
dia tidak mencari dan memintanya.
-sokrates

Lakukan kebaikan yang mungkin kau lakukan, karena kebaikan itu begitu
mulia sehingga sulit didapatkan, dan menjauhlah dari kejahatan, karena
engkau mampu melakukannya kapan saja kau mau.
-Anarcharsis

Pintu perenungan yang paling mulia adalah yang berfaedah dalam
membedakan yang fana dengan yang baka.
-Abu al-Hasan al-’Amiri
Posted by Burhan Ali Setiawan, S.H.I